Hari ini para bandit berpesta pora. Makanan berlimpah ruah. Dan tentu saja, sebuah tatapan kosong di seberang sana mengintai dengan tajam. Entah kesumat yang terpendam, atau sekedar isak yang tertahan. Entah sayang… ... more→
Category Archives: Soliloqui
Refleksi : Blind Bandit
Kau tahu Sayang…? Mereka adalah orang-orang yang jujur. Ya, mereka itu. Para bandit dan pencoleng itu. Mereka jujur bahwasanya mereka tidak jujur. Mereka jujur bahwa mereka itu bandit, mereka itu pencoleng. Sebuah kejujuran yang indah bukan? Dan kau tentu sahaja tahu dengan pasti, kejujuran itu menakjubkan, sekaligus menuai heran saat kita bicara tentang masa. ... more→
Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana Saja
Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana Saja ... more→
Puisi Cinta
Puisi cinta. Itu kata yang paling banyak di cari orang yang kebetulan nyasar ke blog sederhana ini via search engine. Kaget juga sebenarnya. Betapa tidak? Postingan tentang puisi cinta –kalau memang bisa disebut demikian- Cuma satu saja sepanjang hayat blog ini. Setidaknya sampai saat postingan ini dibuat. Banyak yang bilang puisi itu bagus. Dan menurut saya juga memang bagus (narsis mode on). Meski si dia ga ngerti tentang puisi itu katanya. Hehehe ... more→
Kemilau Syukur
Bersyukur atas apa yang engkau dapatkan, dan bersabar atas apa yang tidak engkau dapatkan. 2 kalimat sederhana, yang sering kali terlupa. entah oleh kesibukan dunia, entah oleh kilau kemilau yang menyilaukan mata.
[caption id="attachment_168" align="alignleft" width="150" caption="Embun"]
[/caption]
jika Dia berkuasa menjadikanmu kaya raya dan terhormat, apa engkau pikir Dia tak mampu menjadikanmu miskin dan terhina? ... more→















































