Membaca, Lalu Menulislah
Saya hampir yakin kalau semua orang bisa membaca. Tapi hanya sedikit yang kemudian menuliskan apa yang dibacanya. Kenapa? Karena ada semacam stigma kalau menulis itu susah. Ada semacam rasa tak percaya diri bahwa dia tak bisa menulis sebagus dan seindah tulisan yang pernah dia baca.
Setiap orang mestinya bisa menulis jika ia mau. Awalnya mungkin susah menemukan kata-kata yang bagus. Tapi menulis tidak melulu tentang kata-kata yang bagus. Menulis bisa tentang apa saja. Bahkan tak perlu kata-kata bagus a la Rendra ataupun GM. Cukup menjadi diri sendiri.
saya tak bisa menulis sebuah peristiwa secara runtut. Karena itu jangan membayangkan di blog ini ada semacam tulisan kisah yang diceritakan secara kronologis. Tidak ada. Meski begitu, saya kerap kali membaca dan terkagum-kagum pada tulisan yang bisa menceritakan sebuah peristiwa secara runtut.
Lalu saya menuliskannya. Tapi bukan menulis peristiwa itu. Saya bisa saja menuliskan tentang kekaguman saya itu. Atau mungkin tentang rasa iri dan keluh kesah saya kenapa saya tak bisa menulis seperti itu. Bagi saya, membaca, lalu menulislah.
Seringkali saya mencatat kata atau frase yang menarik dari sebuah tulisan. Kadang bisa langsung saya gunakan dalam tulisan saya. Kadang bisa sampai sebulan, setahun, atau bahkan lebih sampai saya merasa bisa menggunakan kata atau frase itu dalam tulisan saya. Tapi minimal, saya membaca, lalu menulis apa yang saya baca. Frase atau kata yang saya tulis itu, adalah harta bagi saya; seperti One Piece.
The author is dead. Begitu kata Derrida. Ini adalah salah satu frase yang saya catat bulan lalu. Dan baru saat ini saya merasa frasa itu cocok untuk tulisan ini.
Yup. The author is dead. Tulis saja. Apa saja. Dan biarkan yang membaca jadi raja. Biarkan si pembaca menjudge apa yang kita tulis. Biarkan si pembaca menemukan dunia dalam tulisan itu. Sesungguhnya yang diperlukan seorang penulis bukanlah sebuah pengakuan atas bagus atau tidaknya. Namun hanyalah kenikmatan jika pembaca bisa menemukan dunia yang lain dari dunia yang penulis inginkan dalam tulisan itu.
Seperti dalam blog ini, hampir semua isinya adalah tulisan ulang dari apa yang saya baca. Tentunya dengan gaya saya sendiri. Saya membaca Novel Negeri Lima Menara, dan saya menulis tentang Jasus. Saya membaca Komik One Piece, dan saya menulis di blog ini tentang One Piece. Saya membaca kondisi di sekeliling saya, dan saya menulis tentang kanibalisme modern.
Membaca, lalu menulislah. Di blog inilah sebagian yang aku baca aku tulis kembali. Menulis ideology. Dan sedikit sampah hati…
so, ayo membaca, lalu menulislah!
ayo nge-blog!

ngeblog emang yahud..
salam kenal
Salam Kenal..
wah..dalam tulisannya ok banget….kalo pake mesin pencari mencari keyword “belajar, lalu menulislah” pasti masuk 10 besar nih…..mantap
belajar, lalu menulislah dan ikutkan pengalamanmu di dalamnya..maka artikelmu akan tambah sempurna….
keren tulisannya mas…inilah yg harus sitekuni oleh para blogger..
sukses mas
makin banyak membaca akan semakin terasah kemampuan menulis kita. setuju bozz
den9an blo9lah aku memulai semua tulisanQ ri9ih..
meski isinya ya seperti itu,tapi aku suka dan baha9ia,akhirna bisa menuan9kan isi hati
iyah menulislah apa yan9 in9in kau tulis..
makasi ya ri9ih
Membaca dan menulis adalah 2 hal yg menyenangkan jika di nikmati, walaupun menulisnya masih asal2an sepertiku…tp menuangkan sesuatu kedalam suatu cerita itu menyeangkan
dan kalau tidak bisa menulis kronologis…foto2 bisa mewakili kok
tetap menulis dan membaca ya…karena dua hal itulah yg memperkaya kita…semangat!!!
ngeblog itu memang asyik dan membanggakan …
salam kenal yaa …
Ngeblog memang mengasyikkan. salam kenal. thanks telah berkunjung ke blog saya.
awalnya mungkin ribet untuk memulai (menulis),
tapi setelah keluar, kayaknya ga mau berhenti (nulis)..
blogwalking gan
penulis yang baik katanya banyak membaca loh..
Salam super
Membaca lagi… Menulis lagi…. Membaca lagi…. Menulis lagi…. Lebih baik dari, Bangun, tidur, bangun… tidur lagi…. Semangat ya My Brathaaaar…
saya juga setuju dengan Mas Bayu,
membaca lalu tulislah,
karena memang banyak sekali hal yg bisa ” dibaca”
didepan mata kita.
semuanya bisa menjadi bahan tulisan, nggak perlu seperti pengarang kondang, yg penting kita menulis dan menulis terus.
Syukur2 bila bermanfaat utk yg membacanya.
Salam.
Betul.. membaca dahulu baru menulis. Hasilnya jauh lebih baik..
Salam.
–saya baru sebulan dh bikin blog… *tadinya takut nulis,,,,, tapi lama2 aku pikir gak ada yang salah sama tulisan…. mungkin bisa learning by doing. memperbaiki di tengah jalan kau ada yang kurang……. “thanks SPIRITnya…. ^_^
salam pagii selmaat pagii^^
aku bri banyak blogwalking
wara wirii sana sinii
darisana dapet banyak sekalii pengetahuuan
akubri gak pernah dipusingin
sama apa yg ingin aku tuliis bay^^
tuliis aja ap yg ingin km tuliiss sob
dan semoga bermanfaat buat yg bacanya..PEACE..
__say hi with bri sob__
Saya juga membaca dan menulis. Dengan membaca kita banyak tahu berbagai hal. dengan membaca wawasan kita juga mejadi luas.
Mari kita budayakan membaca dan menulis.
Salam hangat dari Surabaya
betul pakde. tulisan seseorang, mencerminkan apa yang ia baca
Menarik membaca tulisan anda..Mudah dicerna dan menyisakan sesuatu untuk dipikirkan kembali..Sepertinya saya akan sering2 mampir ke blog anda..
saya tunggu saran dan nasehat anda..
Wah,,blog ini sudah bagus kok.Inspiratif..