Kemilau Syukur
Bersyukur atas apa yang engkau dapatkan, dan bersabar atas apa yang tidak engkau dapatkan. 2 kalimat sederhana, yang sering kali terlupa. entah oleh kesibukan dunia, entah oleh kilau kemilau yang menyilaukan mata.

Embun
jika Dia berkuasa menjadikanmu kaya raya dan terhormat, apa engkau pikir Dia tak mampu menjadikanmu miskin dan terhina?
dari Abu Hurairah bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: penderita lepra, orang berkepala botak, dan orang buta. Allah ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka malaikat. Pertama-tama datanglah malaikat itu kepada si penderita lepra dan bertanya kepadanya, ‘Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?’ Ia menjawab, ‘Rupa yang elok, kulit yang indah, dan apa yang telah menjijikkan orang-orang ini hilang dari tubuhku.’ Maka diusap-usaplah penderita lepra itu dan hilanglah penyakit yang dideritanya, serta diberilah ia rupa yang elok dan kulit yang indah. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, ‘Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?’ Jawabnya, ‘Unta dan sapi.’ Maka diberilah ia seekor unta yang bunting dan didoakan, ‘Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini.’
Kemudian malaikat itu mendatangi orang berkepala bota dan bertanya kepadanya, ‘Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?’ Ia menjawab, ‘Rambut yang indah dan hilang dari kepalaku apa yang telah menjijikkan orang-orang.’ Maka diusaplah kepalanya, dan ketika itu hilanglah penyakitnya serta diberilah ia rambut yang indah. Malaikatpun bertanya lagi kepadanya, ‘Kekayaan apa yang paling kamu senangi?’ Jawabnya, ‘Sapi atau Unta.’ Maka diberilah ia seekor sampi bunting dan didoakan, ‘Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan sapi ini.’
Selanjutnya malaikat tadi mendatangi si buta dan bertanya kepadanya, ‘Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?’ Ia menjawab, ‘Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatan-ku sehingga aku dapat melihat orang-orang.’ Maka diusaplah wajahnya, dan ketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya. Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, ‘Lalu, kekayaan apa yang paling kamu senangi?’ Jawabnya, ‘Kambing.’ Maka diberilah seekor kambing bunting. Waktu berselang, maka berkembang biaklah onta, sapi dan kambing tersebut, sehingga orang pertama mempunyai selembah unta, orang kedua mempunyai selembah sapi, dan orang ketiga mempunyai selembah kambing.
Kemudian datanglah malaikat itu lagi kepada orang yang sebelumnya menderita lepra dengan menyerupai dirinya dan berkata, ‘Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizqi) dalam perjalananku, sehingga aku tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan Anda. Demi Allah yang telah memberi Anda rupa yang elok, kulit yang indah, dan kekayaan ini, aku meminta kepada anda seekor onta saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.’ Tetapi dijawab, ‘Hak-hak (tanggunganku) banyak.’ Malaikat yang menyerupai orang penderita lepra itu pun berkata, ‘Sepertinya aku mengenal anda. Bukankah anda ini yang dulu menderita lepra, orang-orang jijik kepada anda, lagi pula anda orang melarat, lalu Allah memberi Anda kekayaan?’ Dia malah menjawab, ‘Sungguh, harta kekayaan ini hanyalah aku warisi turun-temurun dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat.’ Maka malaikat itu berkata kepadanya, ‘Jika anda berkata dusta, niscaya Allah mengembalikan anda kepada keadaan anda semula.’
Lalu malaikat tersebut mendatangi orang yang sebelumnya botak dengan menyerupai dirinya, dan berkata kepadanya seperti yang dia katakan kepada orang yang pernah menderita lepra. Namun ia ditolaknya sebagaimana telah ditolak oleh orang pertama itu. Maka berkatalah malaikat yang menyerupai dirinya itu kepadanya, ‘Jika anda berkata dusta, niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan semula.’
Terakhir, malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta dengan menyerupai dirinya pula, dan berkatalah kepadanya, ‘Aku adalah seorang miskin, kehabisan bekal dalam perjalanan dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalanan ini, sehingga aku tidak akan dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku meminta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.’ Orang itu menjawab, ‘Sungguh, aku dahulu buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka, ambillah apa yang anda sukai dan tinggalkan apa yang anda sukai. Demi Allah, sekarang ini aku tidak akan mempersulit anda dengan memintamu mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah.’ Malaikat yang menyerupai orang buta itupun berkata, ‘Peganglah kekayaan anda, karena sesungguhnya kalian ini hanyalah diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda.’”
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab hadits tentang orang berpenyakit lepra, orang buta dan orang botak di kalangan Bani Israil (6/500 no. 3464). Dan Bukhari menyebutkannya secara ringkas sebagai penguat dalam Kitabul Iman wan Nudzur, (11/540), no. 6653.
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabuz Zuhd war Raqaiq (4/2275), no. 2964. Hadis ini dalam Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 18/398.
bersyukur itu sederhana diucapkan, namun kadang susah dilaksanakan…

Pertamaxxxxxxx
dan bukankah demikian seharusnya urusan seorang mukmin? ketika diberi nikmat maka dia bersyukur, jika diberi ujian maka dia bersabar.
karena Allah bisa melakukan segalanya…maha mengetahui dan maha berkuasa…bersyukur atas nikmat yang di berikan niscaya akan memberikan tambahan nikmat kemudian hari…
semoga kita masuk dalam golongan orang-orang yg bersyukur
lengkap dan baik postingannya
makasih y
salam hangat selalu
bener kata penulis “bersyukur itu sederhana diucapkan, namun kadang susah dilaksanakan…”
Sebuah anugrah besar bagi seseorang yang mampu untuk bersyukur ketika mendapat nikmat dan bersabar ketika mendapati ujian…
kebanyakan orang enggan bersyukur dengan kelebihan yang Alloh anugerahkan, karena dia selalu saja merasa kekurangan.
DIA sungguh mampu menjadikan aku terhina dalam sekejap..
semoga kesyukuran dan kesabaran selalu tertanam dalam diri kita yg belajar tuk jadi mu’min sejati
DIA lah pemilik segalanya, kita menjadi terhina atau mulia hanya DIA yg bisa menilainya.
Salam.
Jadi inget, Maka nikmat Tuhanmu yang manalagikah yang kamu dustakan…..
Moga bukan termasuk orang2 yang mendustakan nikmat-Nya…
Jangan panggil juragan, saya merasa malu karenanya hehehe. Btw kisahnya sangat inspiratif untuk kita semua (demikian memang biasanya kisah2 dari Alquran pun kisah2 para Nabi dan sahabatnya, dllnya). Jadi yang namanya harta/kelebihan dari Allah itu adalah ujian untuk kita ya, Bang. Semoga kita bukan orang yang sombong dan mengingkari kuasaNya atas diri kita hidup di bumi ini.
Aku pernah mendengar cerita ini, waktu aku aku ngaji waktu masih kecil. orang yang mensyukuri nikmat yang diberikan oleh allah, maka akan ditambah nikmatnya.
bener2 menyejukkan pikiran di pagi hari
nice share. membuka hati..
bersukurlah atas apa yang telah kita terima dan berbahagialah kita
memang benar, mas bayu. bersyukur memang gampang diucapkan, tapi ndak mudah melaksanakannya. makanya, kita perlu belajar bersyukur pada setiap ruang dan waktu.
postingan yang membawaku dalam perenungan mendalam…
mantap…
alhamdulilah…
kayak lagu d’ massiv ya..
Syukuri apa yang ada
hidup adalah anugrah..