Sebenarnya pengen bikin resensi buku Negeri Lima Menara. Tapi belum selesai bacanya. Maklum, bukunya baru sampai kemarin dan tebalnya 416 halaman. Thanx to atas cinderamata kenduri narablog 2009 jilid 2 ini.
Buku Shifat Sholat Nabi adalah salah satu buku favorit saya. Mungkin sudah lebih dari sepuluh kali saya baca buku ini. Tapi tetap saja, hampir selalu ada hal baru di dalamnya.
Buku Shifat Sholat Nabi merupakan buah karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Beliau adalah salah satu ulama besar abad ini. Beliau juga disebut-sebut sebagai mujaddid (pembaharu) islam abad ini, berdampingan dengan Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Al Utsaimin.
Buku Shifat Sholat Nabi ini merupakan salah satu dari lima buku karya Syaikh Al Albani yang saya miliki. Empat yang lainnya berjudul Jilbab Wanita Muslimah, Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah sesuai Al Quran dan Sunnah (Ahkamul Janaiz wa bida’uha), Hukum Cadar, dan Haji Nabi (HajjatunNabi Kama Rowaha ‘Anhu Jabir). Insya Alloh empat buku lainnya akan saya tulis lagi di blog ini.
Membaca buku Shifat Sholat Nabi membuat saya seperti anak TK belajar membaca.betapa tidak. Buku itu berbicara secara mendetail namun lugas mengenai sholat dari awal sampai akhir. Dari takbirotul ikhrom sampai salam sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW;
Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat
Dari buku Shifat Sholat Nabi ini saya menemukan banyak hal ‘baru’ tentang sholat. Aneh sekali rasanya ketika pertama kali membaca buku Shifat Sholat Nabi ini. Sekian puluh atau bahkan ratus kali sholat, namun setelah membaca buku Shifat Sholat Nabi ini, seolah saya baru tahu apa dan bagaimana sholat itu.
Beberapa hal baru yang benar-benar baru bagi saya itu membuat saya makin penasaran dengan buku Shifat Sholat Nabi ini. Maka dari itu saya membacanya berulang-ulang agar jangan sampai ada satu kata atau satu hurufpun terlewatkan.
Di dalam buku setebal 256 halaman ini, saya jadi tahu, bahwa lewat di depan orang sholat itu termasuk perbuatan setan. Demikian juga bahwa orang yang sholat itu mestinya menghadap sutroh (batas) agar tidak ada orang yang lewat di depannya. Dan kalau ada orang yang hendak lewat di depannya, maka dia harus mencegahnya. Bahkan dalam riwayatnya di sebut dengan kata ‘faltuqotilhu’; maka perangi/ bunuhlah dia. Namun tentu saja, ada penjelasan mengenai kata ‘faltuqotilhu’ ini.
Buku Shifat Sholat Nabi ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Baik bacaan maupun gerakan dalam sholat, diterangkan secara rinci dalam buku ini. Dan eloknya, karena yang menulis buku ini adalah seorang ahli hadist, maka setiap bacaan dan gerakan dalam sholat juga disertai dengan hadist serta riwayatnya.
Ada satu lagi ciri khas dari buku-buku karangan syaikh Al-Albani ini. Yaitu mukoddimah buku-bukunya sangat tebal. Bisa mencapai seperempat dari total keseluruhan buku. Selain itu, footnote-nya juga kadang bisa mencapai satu halaman.